SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA YACH

Selasa, 24 Agustus 2010

Tips Berkendara Mobil

Cara Aman Mengendarai Mobil
Driving skills For Life adalah suatu cara yang ideal untuk menekan tingkat kecelakaan kendaraan roda empat saat ini. Dan ini ada beberapa cara mengemudi mobil yang baik meliputi smart driving, protection lives, saving fuel.
Gunakan sabuk pengaman (seatbelt)
Safety belt atau seatbelt dapat melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Sekali lagi bukan masalah jenis mobil, mobil pribadi, yang penting menggunakan sabuk pengaman.
Kaca Spion
Kebanyakan pengemudi tidak menyesuaikan kaca spionnya dan tidak memanfaatkannya seoptimal mungkin dengan terlalu banyak melihat sisi kendaraannya sendiri saja.
Pengemudi Yang Defensive
Pengemudi yang defensive harus mampu mengemudikan kendaraannya dengan tenang (tidak tegang). Dan mampu mengantisipasi situasi kondisi lalu lintas di depannya.
Gangguan Dalam Berkendara
Mengemudi adalah pekerjaan yang berbahaya, untuk itu dibutuhkan konsentrasi penuh pada saat kita mengemudi. Disarankan jangan menelepon, merokok ataupun aktifitas yang mengganggu saat mengemudi.
Menjaga jarak aman
Pengemudi yang defensive selalu menyediakan ruang dengan depan, balakang, dan samping. Pengoperan gigi transmisi yang ideal
Saat ini banyak produsen kendaraan yang mulai mendisain produknya dengan teknologi mesin yang mempunyai tingkat konsumsi BBM yang sangat efisien. Akan tetapi, teknologi mesin yang irit BBM tersebut ternyata bukan satu-satunya aspek yang bisa menjamin biaya bahan bakar dapat dikurangi. Jaga Rotation per Menit (RPM ) selalu di bawah 3.000 rpm, akan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Pergunakan momentum kendaraan
Ketika kendaraan akan mendekati perempatan, pertigaan, lampu lalu lintas, atau ingin memperlambat, angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil meluncur sebelum menginjak pedal rem.
Matikan mesin kendaraan
Jika kendaraan berhenti dan diam lebih kurang dari 20 menit, maka akan lebih ekonomis apabila mesin kendaraan dimatikan.
Pre Start Check
Pre Start Check atau pemeriksaan awal kendaraan sebelum kita melakukan engine start dengan tujuan untuk mencari adanya kerusakan atau potensi permasalahan pada kendaraan (tekanan ban, instalansi lampu)
Beban berat mempengaruhi konsumsi BBM
Keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil. Lepaskan roof racks apabila sedang tidak dipergunakan. Gunakan kecepatan rendah, apabila sedang membawa barang dengan roof racks
Tips Hindari Tabrakan Beruntun
Penambahan populasi mobil tentu berpotensi meningkatkan kasus kecelakaan di jalan raya. Yang banyak terdengar akhir-akhir ini di Jakarta dan kota besar lainnya adalah kecelakaan beruntun melibatkan lebih dari 3 mobil. Standar internasional yang berlaku saat ini, pengemudi harus menjaga jarak tidak boleh lebih dekat dari 3 detik dengan kendaraan di depannya. Untuk itu, pengemudi dapat menyesuaikan jarak dengan mematok mobil pada jarak 5 detik ke atas. Ini dikarenakan waktu tersebut merupakan tenggat refeleks yang masih mampu dilakukan manusia untuk merespon kejadian yang mendadak. Selain itu, perangkat safety kendaraan, baik rem atau lainnya, bekerja pada kisaran waktu tersebut. Sehingga potensi kecelakaan dapat dihindari. Bintarto menyatakan, penggunaan ukuran waktu untuk mengantisipasi benturan sebagai standar internasional, lebih disebabkan bahwa sebenarnya manusia lebih mampu mengantisipasi secara waktu ketimbang jarak. Jika kecepatan berubah, maka pengemudi harus mencari jarak baru. Misalnya saat kendaraan melaju pada kecepatan 40 km/jam maka jarak amannya adalah 4 meter. Ini akan menjadi kesulitan tersendiri bagi pengemudi untuk merubah jarak. Sebaliknya dengan penggunaan standar waktu, dengan kecepatan berapa pun pengendara yang berada di belakangnya dapat menyesuaikan. Sehingga jarak aman akan terbentuk dengan sendirinya.
Menyesuaikan jarak dengan hitungan waktu, bisa dilakukan melalui penanda pohon atau tiang listrik di pinggir jalan. Pengemudi dapat menyesuaikannya dengan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penanda tersebut. Setiap pengemudi harus terhidar dari Agressive Driving, yaitu membawa kendaraan secara emosi sehingga pengemudi tak memikirkan pentingnya kecepatan dan jarak. Angka kemacetan di kota besar sangat berpotensi menimbulkan stres. Inilah yang kemudian dapat menjadikan gaya berkendara agresif yang rentan menimbulkaan kecelakaan. Jika tidak kecelakaan, Agressive Driving menjadikan konsumsi bahan bakar boros. Untuk itu, setiap pengemudi harus terbebas dari stres.


Posisi Mengemudi Yang Baik
Hindari gaya menyetir dengan model badan merebah. Gaya menyetir seperti itu kurang baik karena refleks tangan jadi tak lincah.
Saat menyetir sebaiknya tangan jangan lurus tetapi membentuk siku. Itu membuat Anda punya tenaga yang cukup kuat untuk mengontrol kemudi.
Duduklah dengan lutut membentuk sudut 110 derajat. Dengan posisi tangan dan kaki seperti itu selain melemaskan otot juga memberi jarak pandang jadi lebih jauh.
Perhatikan peletakan tangan yang benar di setir. Sebaiknya tangan kanan pada posisi jam 3, sedang tangan kiri pada posisi jam 9.
Selanjutnya, untuk melakukan perputaran setir saat membelok, area tangan kanan hanya boleh bergerak dari jam 11 sampai jam 6.Sedangkan tangan kiri dari jam 6 sampai arah jam 1
Jangan pernah mengemudi tanpa menggunakan alas kaki apalagi meletakkan alas kaki di bawah jok. Hati-hati saat menginjak pedal rem atau kopling jangan sampai tersangkut sepatu.
KIAT AMAN BERPONSEL SAAT MENGEMUDI
Dari studi yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa menggunakan HP ketika mengemudi meningkatkan resiko kecelakaan hingga empat kali. Kecelakaan yang berhubungan dengan penggunaan HP di Jepang, paling sering terjadi ketika pengemudi menerima telepon.Oleh karena itu sejumlah negara telah melarang menggunakan HP ketika mengemudi. Meskipun penggunaan hands free masih diijinkan.

Kiat aman dalam menggunakan HP ketika mengemudi, antara lain :
Manfaatkan fitur-fitur seperti automatic redial dan memory dial pada HP anda. Pelajari juga penggunaan keypad untuk memanfaatkan speed dial tanpa perlu megalihkan perhatian dari jalan.
Gunakan hands free kit atau letakkan HP dalam jangkauan tangan, sehingga tidak perlu mengalihkan pandangan dari jalan hanya untuk memungutnya. Bila kondisi tidak memungkinkan anda untuk menjawab telepon acuhkan saja dan biarkan voice mail menjawabnya. Baru setelah kondisi jalan aman, anda menelpon kembali.
Segera hentikan pembicaraan bila berada pada situasi lalu lintas yang berbahaya. Hujan deras atau lalu lintas yang padat dan beresiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas dan yang pasti akan memecah kosentrasi mengemudi.
Akan lebih baik lagi jika anda menepi sesaat utuk bertelepon dengan lawan bicara atau lakukan ketika lampu lalu lintas sedang merah. Tapi ingat, lakukan hal ini di tempat yang aman dan tidak tergolong dalam area dengan kriminalitas tinggi.
Untuk membicarakan pembicaraan bisnis yang berat dan serius, jangan pernah dilakukan saat anda sedang mengemudi karena hal ini cenderung mengganggu kosentrasi dalam mengemudi.


Menggunakan handsfree. Bila ada panggilan masuk atau hendak memanggil, berhentikan dulu kendaraan. Setelah tersambung, barulah kendaraan dijalankan kembali dan Anda bisa melanjutkan pembicaraan.

Pelajari cara memakai fitur panggilan cepat atau panggilan ulang dengan satu pencetan tombol.

Ada baiknya panggilan telepon dilakukan di tempat rehat, setelah itu nonaktifkan ponsel atau alihkan ke penumpang lain. Jangan menghentikan kendaraan di lokasi berbahaya, seperti tepi atau tengah jalan.
Hentikan pembicaraan bila Anda jadi marah atau emosional. Kondisi psikologis semacam ini akan membahayakan Anda.
Jangan pernah membaca pesan pendek, catatan, atau daftar kontak selagi mengemudi. Ini akan sangat-sangat mengganggu konsentrasi.
Yang terpenting, dalam pembicaraan di ponsel saat mengemudi, selalu ingatkan lawan bicara bahwa Anda sedang mengemudi
POLDA MELARANG BERHAPE SAAT MENGENDARA MOBIL

Polda Metro Jaya berencana akan memberlakukan aturan larangan bagi pengendara yang menggunakan handphone (HP) atau telepon genggam untuk menelepon atau SMS saat mengemudi. Hal ini terkait banyaknya terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa akibat pengemudinya sedang menelepon saat menyetir. Hukuman yang akan dikenakan adalah pengemudi akan di tilang dengan pasal mengemudi dengan tidak wajar. Untuk dapat berkomunikasi saat mengendarai kendaraan di jalan, dianjurkan menggunakan handsfree.

Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Irfan S. Prawira kepada ELSHINTA, Selasa (13/5) siang ini mengatakan, Ditlantas Polda Metro Jaya mencoba menjabarkan penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama akibat faktor manusianya. Untuk itu kita berusaha mengurangi kecelakaan akibat menonton televisi mobil, telepon genggam tanpa menggunakan alat bantu, SMS, melihat reklame yang mengganggu pandangan dan sebagainya. Rencana aturan larangan bagi pengendara menggunakan HP saat mengemudi, jelas Kompol Irfan, dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya hanya untuk mengeliminir jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan raya

Bagaimana Bila Jika Rem Mobil Blong
Tak sedikit kecelakaan lalu lintas terjadi disebabkan rem blong. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja meski perangkat rem baru dicek. Untuk itu, caa menghentikan mobil saat terjadi rem blong baiknya diketahui. Ada dua kemungkinan terjadinya fungsi rem yang umumnya baru diketahui saat kendaraan melaju, yaitu rem blong dan macet. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.
Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju,


Pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Pada kondisi seperti ini dapat kendaraan dapat dihentikan menggunakan rem tangan. Masalahnya rem tangan baru bisa dioperasikan jika kecepatan sangat rendah, yaitu di bawah 10 km/jam. Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.
Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1). Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput memperlambat laju kendaraan. Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.
Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol
TIPS HEMAT BBM DALAM BERKENDARA

Jangan menginjak pedal gas dengan menghentak, injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot. Hal inilah yang mengakibatkan pemborosan.
Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan.
Pemindahan perseneling ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.
Ukur tingkat Hidrokarbon dan Karbonmonoksida.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai hidrokarbon dan CO karbonmonoksida terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna sehingga banyak bahan bakar yang terbuang percuma. Karena itu lakukan uji emisi secara berkala untuk mengetahui kualitas gas buangan.
Perhatikan beban dan komponen penggerak.
Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsi BBM juga akan semakin besar. Sedangkan penggerak (kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda) yang aus atau rusak akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil melaju. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar.
Jangan terlalu lama memanasi mesin kendaraan.
Hindari pengisian bahan bakar sampai tumpah atau meluber.
Jaga tekanan ban.
Hindari penambahan penggunaan aksesoris kendaraan yang memerlukan energi tambahan seperti lampu depan, lampu kolong, dll.
Jaga kecepatan konstan, kecepatan sekitar 80-90 km/jam. Saat mendahului, lakukan dengan cepat dan segera kembali pada kecepatan semula.
Pakailah rem tangan pada waktu berhenti di tanjakan.
Matikan mesin kendaraan ketika menunggu.
Pergunakan AC seperlunya, terutama jika berada di jalan tol dengan kecepatan tinggi.
Lakukan perawatan berkala.


TIPS BERKENDARAAN SAAT BANJIR

Perhatikan Barikade
Jalan yang tergenang air biasanya akan diberi pembatas berupa barikade. Hal ini untuk memperingkatkan pengendara agar tidak melintas begitu saja. Karena itu jangan pernah mengacuhkan barikade ini. Perhatikan baik-baik batasannya di mana air masih menggenang. Di Jakarta biasanya barikade dilakukan warga di sekitar lokasi banjir. Barikade ini bisa berupa blokade pohon dan ranting atau benda-benda apapun yang bisa menghalangi lintasan kendaraan.

Perkirakan kedalaman air
Bila mobil di depan Anda sudah lebih dulu melewati genangan air, perkirakan kedalamannya. Apakah mobil Anda bisa melewatinya? Bila tidak ada baiknya kalau Anda mengambil jalur alternatif. Demi mencegah kerusakan mesin karena terlalu banyak kemasukan air. Batas aman yang bisa diambil adalah setengah dari diameter mobil Anda.

Perlahan
Ketika mengendarai genangan, tak usah terburu-buru. Perlahan saja karena Anda tak bisa melihat apa yang ada di bawah genangan itu. Bisa saja ada lubang atau batu pengganjal yang malah merusak kendaraan Anda. Dan yang lebih penting lagi, berkendaralah dengan putaran mobil stabil ketika melewati genangan itu.

Lakukan pemeriksaan tekanan ban. Bila kurang angin akan membuat ban lebih cepat aus, sehingga bisa menimbulkan terjadinya aquaplaning (ban kehilangan grip karena lapisan air), dan handling yang liar.
Turunkan kecepatan hingga kecepatannya rendah dan jaga jarak aman dengan mobil di depan. Bila kemudi masih liar dan sulit dikendalikan, berarti mobil masih terlalu cepat lalu lakukan secara perlahan menurunkan kecepatan.
Periksalah karet pada wiper mobil. Jika permukaan karet wiper yang bersentuhan dengan kaca tampak mengkilap, segera ganti dengan yang baru. Pastikan air pembersih kaca depan cukup. Bawalah selalu deterjen atau shampoo di dalam botol untuk membantu mengkilapkan kaca.
Periksa juga lampu dan sistem kelistrikan kendaraan. Sebab pada saat hujan lebat jangan sampai lampu mobil bermasalah yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.
Disarankan menghidupkan lampu depan, meskipun hujan tidak terlalu lebat. Lampu ini tidak saja membantu melihat jalan tapi juga membantu pengemudi lain melihat mobil Anda.
Gejala slip bisa terjadi pada semua pengemudi. Bila mobil mulai tergelincir, jangan menginjak habis rem. Jangan pula pompa rem bila mobil Anda di lengkapi anti-lock braking system (ABS). Sebaliknya, tekan dengan pasti dan arahkan kemudi sesuai arah slip mobil.
Bila hujan terlalu deras, sebaiknya berhenti, namun hindari rem mendadak. Hujan yang lebat akan membebani wiper, sehingga kaca depan selalu tertutup air. Ini berakibat pandangan ke depan sangat terbatas sehingga kemungkinan tidak bisa melihat batas-batas jalan maupun kendaraan lain. Carilah tempat peristirahatan atau tempat aman. Bila terpaksa berhenti di pinggir jalan, berhentilah se-pinggir mungkin. Hidupkan lampu depan dan lampu hazard agar pengemudi lain waspada.
Bila harus terpaksa mobil berjalan terus meskipun hujan deras dan jalanan mulai banjir, perhatikan ketinggian air. Pusatkan konsentrasi dan kehati-hatian untuk menguasai laju kendaraan tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.
Jika tinggi air mencapai seperempat ketinggian roda, mengemudilah dengan kecepatan rendah (bisa gigi 3) dan jaga kestabilan. Bila tinggi air mencapai separuh ketinggian roda, sebaiknya kemudikan dalam posisi gigi dua. Jika ketinggian air melebihi separuh tinggi roda, konsentrasi perlu dimaksimalkan (gunakan gigi 1). Jika tinggi air membuat roda terendam seluruhnya, urungkan niat berkendara.
Terakhir, sebelum memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan kemampuan kendaraan Anda. Salah satunya dengan melihat kendaraan sekeliling, adakah yang berhasil lolos. Tapi cara ini belum tentu berhasil, siapa tahu kendaraan tersebut dimodifikasi atau dilengkapi perangkat anti banjir.
Hindari Listrik
Angin dan hujan jadi perpaduan sempurna untuk merubuhkan kabel listrik. Perhatikan apakah di depan ada tiang listrik yang roboh. Arus listik sangat berbahaya tak hanya bagi mobil, tapi bagi jiwa Anda.

Perhatikan Benda Hanyut
Banjir sering menyimpan benda-benda asing. Inilah yang harus Anda waspadai, jangan sampai benda-benda itu menyangkut di mesin kendaraan.

Tes Rem
Saat Anda akhirnya melewati banjir itu, sekarang saatya tes rem. Coba dalam kecepatan rendah dan injak rem Anda. Bila Anda tak berhenti, berarti rem Anda rusak karena air banjir tadi. Keringkan secara sabar dan perlahan. Caranya dengan menekan pedal rem dengan kaki kiri namun tetap pertahankan kecepatan dengan kaki kanan Anda.

Jangan Restart Mesin
Kalau akhirnya pun mobil Anda mogok karena terendam air dengan kedalaman yang cukup tinggi, jangan mencoba untuk menghidupkan mesin. Kemungkinan dalam blok mesin sudah menyelinap air yang bisa membuat kerusakan lebih parah.

Komunikasi
Hal terburuk yang bisa terjadi adalah Anda benar-benar terjebak di dalam banjir. Kalau ini sampai terjadi, jangan panik. Keluar lewat jendela dan segera mencari tempat yang lebih aman. Segera hubungi petugas berwenang untuk menyelamatkan Anda. Maka itu pastikan telepon genggam Anda selalu bisa digunakan. Komunikasi sangat penting dalam keadaan seperti ini.
Cara Mengukur Kedalaman Banjir



Di musim penghujan seperti sekarang ini, sering kita sebagai pengendara kendaraan bermotor terutama mobil , dihadapakan kepada dua pilihan ketika kita memasuki wilayah yang terendam banjir, apakah kita akan melintasinya atau mencar jalan lain yang mungkin lebih memutar.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika memang benar-benar harus melewati banjir tadi, di antaranya adalah harus mengetahui kedalaman banjir.

Untuk memperkirakan kedalaman banjir kita bisa berpatokan pada trotoar, orang berjalan atau bahkan pada mobil lain ditengah banjir itu.
Ketinggian rata-rata trotoar adalah 15 – 30 cm. Sebaiknya kenali trotoar di daerah yang sering kita lewati,apakah termasuk 15 cm atau 30 cm. Artinya, jika trotoar masih menyembul di permukaan air,maka kedalaman air takkan lebih dari 15/30 cm. Jika sedan sekali pun masih bisa melewati genangan air setinggi itu.
Jika trotoar sudah tenggelam, maka kita bisa berpatokan pada mobil lain yang sedang atau berada di tengah genangan air. Misalnya, jika air sudah menutupi seluruh ban sebuah Toyota Kijang Inova, maka kedalaman air sudah melebihi batas toleransi rata-rata mobil, karena sudah mencapai 60 cm.
Kita juga bisa mengacu pada orang dewasa yang sedang berjalan di tengah banjir. Jika tinggi air hanya semata kaki, tinggi air hanya 10 cm.
Jika air sudah mencapai lutut maka ketinggian air diperkirakan sekitar 45 – 50 cm, maka kita harus lebih hati-hati jika ingin melewatinya.BAHAYA DAN RESIKO BILA MOBIL TERENDAM BANJIRSebagai pemakai kendaraan bermotor, jangan pernah percaya dengan iklan yang mengesankan bahwa ada mobil yang tahan air. Misalnya, digambarkan mobil yang andal menerjang genangan banjir. Hanya mobil amphibi yang benar-benar bisa berfungsi di daratan sekaligus di perairan. Mengapa mobil tak pernah bisa kedap air? Ini karena terdapat sejumlah sistem, mulai kelistrikan, pengapian hingga mekanis, yang sama sekali harus terbebas dari air. Kalau terpaksa terkena air, maka harus segera dikeringkan dalam kesempatan pertama. Berikut ini sejumlah komponen yang rentan air sehingga harus dijaga benar dari ancaman basah.
Alternator
Altenator populer disebut dinamo amper. Bila terendam air, maka komponen bearing nya akan berbunyi dan pengisian kelistrikannya mengalami gangguan. Kalau air yang membasahi ternyata mengandung banyak lumpur, maka besar kemungkinan alternator akan langsung mati.

Air intake (lubang angin)
Apabila air masuk ke ruang mesin lewat lubang air intake ini maka kerusakan yang bakal terjadi dikenal sebagai gejala water hammer. Sesuai namanya maka water hammer adalah terjadinya hantaman air pada ruang mesin yang panas, sehingga sejumlah piranti seperti piston bisa bengkok atau patah.

Baterai (aki)
Kalau terkena air dapat menyebabkan kelumpuhan seluruh sistem elektronik pada mobil. Sementara bila air masuk dalam aki dan tumpah keluar tercampur dengan air akinya maka juga akan bisa merusak permukaan cat yang teralirinya.

Busi-CDI-distributor
Ketiga komponen ini, sama sekali jangan sampai basah terkena air. Sebab bisa mengakibatkan mesin berjalan tersendat-sendat atau bahkan langsung mati.

Dipstick (colokan oli)
Seandainya air masuk melalui lubang colokan oli ini maka pelumas dalam mesin pun bakal tergenangi air. Kondisi ini akan merusakkan sejumlah komponen jeroan mesin seperti metal jalan, metal duduk, bahkan krek As.

ECU (electric computer unit)
Sama sekali tidak boleh terkena apalagi terendam air yang mengandung asam. Demikian terkena bercak air saja, harus segera dikeringkan. Seperti halnya fungsi pada umumnya komputer, harus terbebas dari pengaruh apalagi terkena air. Sebab air akan segera merusak dan menghancurkan seluruh sistem komputer yang ada.

Filter udara
Kalau basah maka air akan merambat masuk melalui karburator sehingga menyebabkan tangkai piston bisa bengkok atau patah.

Injector-koil-platina
Ketiganya atau salah satu darinya, bila terendam air maka kerja mesin akan sangat terganggu dan ditengarai dengan mobil akan berjalan tersendat. Akhirnya mobil akan mogok karena mesin tak lagi bisa berfungsi karena sistem pengapiannya terganggu.



TIPS BERKENDARA MOBIL SAAT HUJAN

Ketika jalan dalam kondisi basah jarak pengereman bisa dua kali lebih panjang dibandingkan pada kondisi kering, seperti diungkapkan Cooper Tire & Rubber Company Europe. Di contohkan, mobil yang melaju dengan kecepatan 80km/jam, pengereman hingga berhenti butuh jarak 53m pada kondisi kering, dan naik dua kali lipat pada kondisi basah jadi 106m.
Periksa tekanan ban, ban yang kurang angin lebih cepat aus, menyebabkan aquaplaning (ban kehilangan cengkraman karena lapisan air), dan handling yang tak terduga.
Periksa tapak ban. Ban yang aus akan menambah jarak pengereman secara signifikan.
Kecepatan rendah dan jaga jarak aman dengan mobil di depan
Bila kemudi mulai tidak responsif, ini pertanda mungkin anda melaju terlalu cepat untuk kondisi tapak ban saat itu. Pelan-pelan turunkan kecepatan.
Pastikan pembersih kaca depan cukup. Semprotan air kotor dari mobil didepan akan mengotori kaca dan menggaggu daya pandang.




CARA AMAN MENGEMUDI SAAT HAMIL
Mengemudi saat hamil memang merupakan sesuatu yang berisiko tinggi. Tapi bukan berarti anda malah memilih untuk berdiam diri di rumah atau naik kendaraan umum saat hendak bepergian. Meski berbadan dua, selama dilakukan ekstra hati-hati dan cermat, anda masih bisa terus mengemudi dengan aman dan nyaman.

Mengemudi saat hamil memang merupakan sesuatu yang berisiko tinggi. Tapi bukan berarti anda malah memilih untuk berdiam diri di rumah atau naik kendaraan umum saat hendak bepergian. Meski berbadan dua, selama dilakukan ekstra hati-hati dan cermat, anda masih bisa terus mengemudi dengan aman dan nyaman.
Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah memillih kendaraan yang nyaman. Kenyamanan ini salah satunya ditunjang oleh suspensi yang digunakan. Untuk itulah kendaraan bersuspensi lembut agar getaran yang terjadi saat mobil berjalan bisa dikurangi. Suspensi ini terdapat dalam mobil yang memakai per keong (helical spring) seperti sedan, atau van.
Hindari jalan berlubang untuk mengurangi guncangan dan pastikan pula mobil berada dalam kondisi yang benar-benar prima, termasuk air conditioning dan kebersihannya.
Beri ruang bagi diri anda dengan mengundurkan tempat duduk (jok) secukupnya, jangan sampai kaki anda menggantung dan pastikan kaki masih bisa menjangkau pedal gas, kopling dan rem.
Posisi jok juga perlu diperhatikan agar kemudi jangan sampai kena perut sementara tangan tetap leluasa, untuk itu atur kemiringan jok kurang lebih 30 derajat.
Pilih sabuk pengaman tiga titik yang adjustable atau dapat mengikuti gerak tubuh supaya lebih aman. Kemudian pasang sabuk pengaman melewati paha sampai ke samping tulang pinggul, tepat di bawah kandungan dan pastikan agar perut tidak tertekan terlampau keras. Lalu atur bagian sabuk yang lain mulai bagian pundak melewati tengah dada.
Sebelum mulai berkendara cari informasi tentang keberadaan rumah sakit di sepanjang perjalanan anda, ini akan membantu jika rahim mengalami kontraksi. Kesehatan anda sebelum mengemudi juga jangan diabaikan.


TIPS BERKENDARA MOBIL MALAM HARI



Sebelum berangkat, bersihkan lampu utama, kaca depan, dan belakang. Pastikan lampu dekat dan jauh berfungsi baik. Setel sinar lampu (jangan terlalu tinggi) diarahkan ke tembok. Ketika menyetel yang kanan, lampu kiri ditutup, begitu sebaliknya.
Jaga jarak saat menempel kendaraan. Jangan berpatokan pada lampu rem di depan untuk mengurangi kecepatan. Apalagi yang ditempel bus dan truk yang menggunakan rem angin, berhentinya bisa mendadak.
Bila mata Anda tidak kuat melawan sorotan lampu dari depan, jangan panik. Kurangi kecepatan dan tatap sisi pinggir jalan sambil menggeser mobil ke pinggir (sesuai tatapan mata). Kemudian sedikit tatapan mata kanan ke arah depan (bukan mobil dari depan).
Ketika menempel kendaraan lain, jangan menggunakan lampu jauh. Bisa mencelakakan kendaraan di depan karena kendaraan dari depan akan membalas dengan lampu jauh.
Di tikungan, sebelum membelok mainkan lampu dim berulang kali. Kalau tidak yakin ada atau tidak kendaraan dari depan, sebelum masuk kira-kira berjarak 20 meter, matikan lampu utama sebentar untuk memastikan ada kendaraan.


WASPADAI DI BERBAGAI LINTASAN

Di lampu lalu lintas
Sering kita lihat, pengendara motor atau mobil melihat lampu lalu lintas yang diarah lain. Misalkan saat di perempatan, pengendara lihat lampu lalu lintas yang ditujukan pada arah sebelah kanan kita sudah berwarna kuning, maka pengendara langsung bersiap menggeber gas. Hal ini sangat berbahaya karena dari arah tersebut bisa saja masih ada kendaraan (mobil carry, mobil pick up, dsb) yang menerobos lampu kuning. Jadi saat kita dihadapkan pada lampu lalu lintas, perhatikan saja lampu yang ada dihadapan kita. Saat sudah menyala hijau baru kita berjalan, tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.
Di dekat mobil
Hati hati jika kita akan melintas di dekat mobil, karena bisa saja penumpang mobil tersebut berhenti tiba-tiba dan membuka pintu atau berbelok tiba-tiba. Usahakan saat kita melintas didekat mobil, kita berada pada jangkauan penglihatan kaca spion mobil tsb sehingga pengendara mobil (mobil pick up, mobil carry, dll) mengetahui keberadaan kita.
Melintas dekat mobil yang berhenti
Saat melintas dekat mobil yang berhenti, kita tidak tahu apa yang ada didepan mobil. Bisa saja ada orang yang akan menyeberang sehingga mobil tersebut berhenti. Jadi coba untuk memperlambat kendaraan dan memastikan jalan dalam kondisi aman.
Saat berkendara disamping mobil di sisi dalam tikungan
Ketika mobil, seperti mobil suzuki berbelok ditikungan, sisi belakang mobil cenderung semakin rapat kesisi dalam karena perbedaan radius putar antara ban depan dan belakang, sehingga tidak aman bagi motor untuk berada disi dalam tikungan saat mobil suzuki tadi menikung.
Mendahului mobil yang tidak aman
Mendahului mobil pada posisi yang tidak memungkinkan kita melihat kondisi lalu lintas didepan sangat berbahaya, contohnya:* Saat berada ditikungan
* Saat di puncak tanjakan
* Dalam terowongan tanpa pembatas jalur
* Dekat persimpangan jalan
* Dalam kompleks perumahan atau dekat sekolah dimana anak-anak banyak bermain


TIPS DAN CARA PARKIR MOBIL
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan kendaraan kita saat parkir:

Jika parkir di tempat yang sempit maka kaca spion sebaiknya dilipat supaya mobil tidak bersinggungan dengan mobil lain yang lewat.
Lebih bagus bila ujung pintu dipasang pelindung, agar pintu tidak lecet jika sedikit berbenturan dengan mobil lain saat parkir.
Jika parkir di jalan terbuka pada siang hari, jangan parkir di dekat bahan yang mudah terbakar, sebab apabila sistem pembuangan panas dan pengapian mobil menyentuh panas tinggi maka bisa fatal akibatnya.
Jika parkir di basement, perhatikan dan ingatlah lokasi kendaraan. Biasanya parkir di basement dilengkapi dengan tanda dan nomor lokasi untuk memudahkan mengingat lokasi mobil atau bisa juga diperhatikan tanda-tanda lain yang mudah diingat di sekitar mobil parkir.
Jaga jarak yang aman antar mobil, atur posisi mobil di tengah jalur/garis parkir. Pastikan garis batas di permukaan jalan yang telah ditandai sebagai garis jarak antar mobil yang satu dengan yang lainnya. Apabila tidak ada, atur jarak aman antar kendaran di samping dengan mengambil patokan posisi bukaan pintu samping. Intinya sediakan ruang yang cukup di sekeliling mobil sebelah kiri/kanan dan depan/belakang mobil agar ketika mobil lain membuka pintu tidak bertabrakan dan penumpang mobil dapat turun dengan leluasa.
Cek semua pintu mobil apakah sudah terkunci dengan baik walaupun mobil dilengkapi dengan remote control dan alarm belum tentu semuanya dapat terkunci dengan baik. Tidak ada salahnya mengecek satu per satu.
Biasakan mengunci pintu mobil dari luar, hal ini dapat menghindarkan dari peristiwa tertinggalnya kunci di dalam mobil.
Pastikan mematikan lampu-lampu kecil mobil Anda, jika lupa mematikan perangkat-perangkat yang menyedot supply listrik maka kemungkinan besar aki mobil akan tidak kuat untuk men-starter mobil.
Dalam buku petunjuk pengoperasian disarankan memakai handbrake (rem tangan). Tetapi cara ini tidak disarankan bila mobil berhenti dalam jangka waktu lama (beberapa hari diam karena ditinggal pergi jauh/keluar kota) karena mekanisme kawat dan per atau kampas rem sering lengket karena perubahan cuaca, kelembaban, hujan, dan lain-lain. Memakai handbrake kadang tidak aman, terutama di turunan, kadang melorot karena handbrake lama tidak diservis atau distel ulang.
Ketika parkir bisa juga di rem memakai ganjal ban atau masukan gigi satu atau mundur, namun jangan lupa ketika menghidupkan mobil maka harus cek persneling atau injak kopling agar mobil tidak langsung jalan.
Jika posisi parkir mundur, maka perhatikan kaca spion terlebih dulu hingga posisi mobil lurus. Kemudian tengoklah ke belakang untuk mengantisipasi jarak.
Usahakan parkir mobil di tempat yang terang dan terlihat/tidak tertutup untuk meminimalisir kemungkinan terjadi pencurian.
Jangan meninggalkan barang-barang berharga di mobil ketika parkir, bisa mengundang niat pencurian.
Ketika hendak masuk kendaraan, pastikan di jok belakang tidak ada orang lain yang berniat jahat.
Saat mengeluarkan mobil mobil dari tempat parkir, hidupkan terlebih dulu lampu sein sesuai arah yang akan kita ambil agar kendaraan lain dapat melihat arah jalan kita dan menyesuaikan jalurnya.
Bagi pengguna mobil transmisi otomatis, pastikan betul posisi gear sebelum menekan pedal gas agar tidak salah maju atau mundur
Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila memarkir mobil dalam posisi serong. Pastikan garis batas di permukaan jalan yang telah ditandai sebagai garis jarak antar kendaraan yang satu dengan yang lainnya. Apabila tidak ada, atur jarak aman mobil maupun mobil lain dan kendaran di samping dengan mengambil patokan posisi bukaan pintu samping. Jika posisi parkir mundur, maka perhatikan kaca spion terlebih dulu hingga posisi mobil menjadi lurus. Kemudian tengoklah ke belakang untuk mengantisipasi jarak. Hal yang sama juga dilakukan apabila arah parkir maju.
Saat mengeluarkan mobil, dll dari tempat parkir dalam posisi mundur, pastikan kaca jendela pengemudi terbuka. Ini penting apabila ada kendaraan lain di belakang yang lewat sehingga pengemudi dapat mengantisipasi.
Hidupkan terlebih dulu lampu sein sesuai arah yang akan kita ambil. Kemudian arahkan roda keluar sambil memperhatikan kaca spion maupun pandangan langsung ke jalan yang dituju. Jangan lupa juga memperhatikan arah belakang. Tips ini agar mobil aman, sehingga kemungkinan mobil hilang menjadi lebih kecil.
Jika posisi bagian depan mobil sudah aman saat membelok, putar habis kemudi untuk memudahkan manuver serta mengantisipasi kendaraan yang berada di depan maupun di belakang mobil


SENSOR PARKIR MOBIL
Selain keterbatasan pandangan, kondisi gelap juga menjadi salah penyebab terbanyak terjadinya benturan yang terjadi di
bemper belakang. Untuk mengurangi kerusakan akibat benturan tersebut, beberapa orang menyiasatinya dengan memasang rear
ban tambahan pada bemper belakang.

Pabrik mobil baik dari Eropa maupun Asia telah mencermati masalah ini. maka dibuatlah sebuah alat elektronik guna memantau jarak antara buritan mobil dengan benda yang ada dibelakangnya atau dikenal dengan sebutan parking sensor . Beberapa mobil keluaran terbaru khususnya mobil yang termasuk dalam kategori mobil kelas menengah ke atas telah dilengkapi alat elektronik ini. Bahkan kendaraan sekelas Toyota Kijang Innova (tipe G&V), Corolla Altis telah dilengkapi dengan piranti canggih ini.

Sensor parkir bekerja dengan menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi benda yang ada di sekitarnya dengan jarak kurang lebih 1,5 meter, bahkan ada yang mencapai 2,2 meter. Pada bemper belakang biasanya terdapat dua buah sensor, yang akan memberikan peringatan dinikepada pengemudi berupa suara apabila terdapat benda yang menghalangi mobil saat bergerak mundur dalam jarak kurang dari 1,5 meter

Untuk membantu pengemudi memantau jarak aman kendaraan meski tanpa melihat secara langsung,beberapa sensor parkir dilengkapi dengan display yang menampilkan jarak kendaraan dengan benda yang berada di belakangnya dalam ukuran meter. Sensor parkir ini hanya bekerja pada
saat tuas persneling ditempatkan pada posisi mundur (reverse). Peringatan suara berupa bunyi bip yang dikeluarkan akan semakin kencangapabila mobil semakin mendekati benda. Suara bip akan berhenti dalam beberapa detik pada saat laju mobil berhenti. Karena sensor ini bekerja dengan cara mendeteksi menggunakan gelombang ultrasonik, maka permukaan sensor harus terjaga kebersihannya agar dapat bekerja secara optimal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar